Bukan Wadah Wadai Biasa

Suara UMKM.net–Biasanya kafe identik menyuguhkan menu-menu modern, namun tidak kafe ini, mereka menyediakan berbagai kue tradisonal, dessert hingga kue kekinian.

Wadah Wadai yang didirikan sejak 7 Juli 2019 lalu merupakan tempat dan brand yang menaungi sekaligus menaungi UMKM yang bergerak dibidang kuliner.

“Dengan landasan pemikiran Sarapan itu Wajib sekaligus menjadi tagline brand Wadah Wadai,” kata Bambang Saputro salah satu founder saat ditemui di Wadah Wadai yang terletak di jalan Siradj Salman, Ruko Grand Mahakam Blok F 10, Kecamatan Samarinda Ulu.

Bambang sapaan akrab menjelaskan Wadah  Wadai memilih konsep muamalah syariah Islam melalui Sistem Syirkah Inan sebagai pengisi ruh kewirausahaannya, dimana masing masing founder bergerak, mejalankan tugas dan tanggung jawab sesuai fungsi keahliannya.

Aneka kue tradisonal, dessert hingga kue kekinian tersedia di Wadah Wadai

Selain itu perusahaan juga menjembatani UKM dan UMKM untuk memasarkan produk serta secara bertahap membantu hingga tahap mengembangkan outlet. Meliputi konsep, desain booth, interior, dan exterior outlet, packaging, bahkan management support.

“Dari Wadah Wadai akan mengembangkan dan fokus mempromosikan UKM yang bergabung, namun dengan produk yang tidak boleh sama,” terang Bambang.

“Kami ada program reward naik kelas dengan reward branding, foto produk, pengembangan dan lain-lain,” lanjutnya.

Paket snack box dengan harga yang bervariasi mulai Rp. 5.000 hingga Rp. 25.000 tergantung paket dipilih, yakni  snack box reguler dan snack box premium.

Dari segi penawaran produk pun Wadai Wadai tidak hanya menyediakan produk titipan namun juga melayani berbagai paket snack box dengan harga yang bervariasi mulai Rp. 5.000 hingga Rp. 25.000 tergantung paket dipilih, yakni  snack box reguler dan snack box premium.

Tidak hanya itu Wadah Wadai pun melayani pemesanan nasi tumpeng  dan aneka nasi kotakan.

Dalam usahanya Wadah Wadai beserta UKM juga memiliki program sosial yang sudah terjadwal diantaranya dari setiap kue yang tidak habis terjual, terdapat program sedekah Senin Kamis reguler ke Pesantren Madinatul Qur’an Simpang Pasir, Sedekah Jum’at di Masjid Al Ma’ruf atau Al Amin, Selasa, Rabu dan Sabtu di panti asuhan.

“Gebrakan pun pernah kita lakukan semenjak pandemi Covid-19 terjadi pada bulan Februari 2020 lalu,” ujar Bambang.

Ia menjelaskan gebrakan yang dilakukan adalah pengembangan terhadap makanan-makanan frozen, jamu, bahkan buah buahan segar pada UKM, selain itu agar pelanggan tetap mendapatkan kue-kue premiumnya dapat melakukan order pembelian dari rumah saja.

“Tak hanya itu, untuk mengcover pelanggan yang benar benar tidak bisa memproses frozen food karena kekhawatiran akan tertularnya Covid jika belanja keluar, Wadah Wadai juga menggulirkan kue-kue yang diproses ditempat, sehingga masih hangat saat diterima,” terang Bambang. [erm/abe]